Air mata dan kematian adalah satu yang tak bisa lepas
Begitu juga aku…
ketika alm. Ayahanda berpulang ke rumah Bapa
bendungan air mata serasa retak, tak kuat menahan kesedihan
hanya 10 menit berlalu, setelah itu serasa habis
habis air mataku…
Aku selalu berpikir ttg kematianku
dulu serasa mudah, namun sekarang lain
tiga makhluk tertanam sudah didalam hati
Ketika pikiran itu datang lagi
air mata ini serasa menusuk mataku
aneh…
Aku menangisi kematianku sendiri
aku tak bisa lagi bertemu anak-anakku
bagaimana dengan mereka, ketika harus mencari aku
"Ayah mana ?"…
"Pespanya ayah dimana?…
dan serombongan pertanyaan yang lugu
Itulah mengapa…aku ingin hidup lebih lama
…lama dan lama
selama aku tak lagi menangisi kematianku sendiri