….
Dia menundukkan kepalanya dan bertanya padaku " Apa kamu mencintai ku ?".
Aku tersenyum sedikit tertawa,
" Apa sih yang membuat aku jatuh cinta sama kamu ?, toh aku sudah punya seseorang yang cantik, baik, pengertian, sabar, dan kurasa semuanya ada di dalam dia."
" Lalu mengapa kamu dekati aku, kamu tersenyum denganku, kamu ajak aku bicara, kamu cekal hatiku dengan semua keindahan senyummu dan kau rengkuh aku dengan kata-kata yang membuat aku terjatuh dalam sejuknya buih2 cinta..??"
Aku tetap tersenyum, sambil menatap matanya yang saat itu juga melihatku dengan sedikit tanda tanya oleh keegoisanku. Lama aku manatapnya, wajah yang polos, putih, bersih, cantik…
" Pertama aku melihatmu disini, aku memandangmu dengan sebuah pertanyaan dalam hati, mengapa wajah se manis kamu tidak terbersit keindahan, sinarmu redup oleh mendungnya pikiran2 yang melayang ". Dia kembali memandangku dan mendung yang pernah kulihat dulu, sekarang mulai nampak lagi, meski tidak sehitam lalu.
" Ketika aku mengajak kamu tersenyum, bukan bermaksud aku menebarkan rayuku, Ketika aku ajak kamu lari, bukan aku ingin merangkul jiwamu, ketika aku sengaja menyentuh, bukan aku ingin menikmati keindahanmu."
Kulihat dia hanya diam, dan aku tak lagi melanjutkan kata2 bohongku. Jujur aku ingin memiliki dia, namun aku tak punya cinta untuknya.
….
Rusukku telah terambil untuk seseorang, dan takkan kubiarkan ada yang lain untuk mematahkannya.