03
Dec
07

UU no.14 tahun 1992

Uukendaraan_1Sekarang lagi banyak operasi kendaraan bermotor untuk kasus Spion, dimana diwajibkan untuk memakai dua spion, kurang satu aja bisa kena tilang. Kalo dilihat dari UU no.14 tahun 1992 dengan PP 44/1993, Kendaraan dan pengemudi pasal 72 ayat 1 dan 3, disitu disebutkan bahwa (1) Kaca spion kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam pasal 70 huruf b, berjumlah dua buah atau lebih, kecuali sepeda motor. dan untuk pasal (3) Kaca spion sepeda motor sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berjumlah sekurang-kurangnya satu buah.
Terus kalo kita pake spion satu, apakah layak disebut sebagai pelanggaran. Atau ada pasal2 lain yang menyebutkan bahwa UU atau PP bisa berubah2 tanpa pemberitahuan terlebih dahulu….:) kok seperti harga ayam di pasar aja bisa berubah2.
Bukannya saya ga setuju dengan spion dua, tapi kok keliatannya dipaksakan gitu, jadi sebuah kewajiban dimana ada tindakan untuk menilang apabila si pengendara tidak mematuhinya. Padahal tidak ada UU untuk kasus harus pake 2 spion untuk sepeda motor. Dan saya yakin hal ini bisa di pakai oleh Petugas2 Lalu Lintas untuk melakukan sesuatu hal demi kepentingan sendiri, sebagai contoh tilang liar pada tanggal2 tertentu, dan lain sebagainya yang semuanya pasti tahu.
Kalo cuman untuk safety riding, terbukti banyak yang pake spion dua, lampu di nyalakan, pake helm standart dan pastikan bunyi klik tapi kalo di jalan ugal2an…yaaaa sama aja boong alias BULLSHIT..!!
so….Kalo emang UU yang saya cantumkan diatas kliru, apa ada contoh yang bener, tolong ya kalo ada yang tahu…thanks




0 Responses to “UU no.14 tahun 1992”


  1. No Comments

Leave a Reply