Cinta adalah sesuatu yang tidak bisa diartikan karena dia berdiri sendiri. Dan akan mempunyai arti jika dia mulai dekat dan menyatu dengan sesuatu yang lain.
Ketika cinta mulai berubah bentuk karena sesuatu hal yang mendekat, maka terjadilah suatu kegiatan, pikiran, sikap, sifat dan lain sebagainya dan terjadilah banyak penafsiran mengenai cinta itu sendiri. Dan jika kita berbicara ttg. cinta maka waktu tak kan cukup untukknya.
Dalam kehidupan sendiri cinta bisa menjadi sebab dan akibat. Ketika kita merasa suka dengan sesuatu hal atau sesorang, itu bisa terwujud karena cinta sudah merasuki hati, pikiran dan emosi. Namun ketika kita mulai tidak menyukai dan membenci sesuatu atau seseorang, itu berarti emosi, pikiran dan hati sudah berani masuk ke dalam cinta.
Banyak orang yang merasa patah hati atau kecewa atau perasaan2 yang lain membuat kita sedih, bahkan menangis, dan banyak pula yang akan mengatakan bahwa cinta itu kejam, cinta itu sulit, cinta itu penuh pengorbanan dan ada pula yang mulai putus asa dengan cinta. Padahal dalam hal ini, bukan cinta penyebabnya, tapi karena emosi kita, karena pikiran2 kita sendiri.
Dalam sebuah perkawinan kadang orang mulai melihat keadaan sesungguhnya, bahwa hidup dalam sebuah ikatan tidak hanya butuh cinta, atau bahkan bisa tanpa cinta, karena cinta bisa diciptakan sesudahnya. Tapi cinta yang dipaksakan dan diciptakan dengan sengaja oleh manusia adalah nafsu.
Banyak orang mengatakan bahwa batas antara cinta dan nafsu itu tipis. Setipis apapun sebuah batas itu tetap mengartikan bahwa cinta dan nafsu adalah sesuatu yang lain, dalam hal ini cinta itu tidak berubah mengecil atau membesar, menyempit atau meluas, namun nafsu bisa melakukannya, so..ketika orang mengatakan bahwa batas antara cinta dan nafsu itu tipis, itu menunjukkan bahwa nafsu anda mulai membesar dan meluas sehingga membuat jarak keduanya mulai tipis…!!
Ketika seseorang mulai putus asa ttg.cinta karena tidak pernah merasa dicintai, itu karena anda tidak pernah menggunakan cinta itu sendiri untuk menerima cinta yang datang, sehingga banyak cinta2 yang tak pernah kau pantulkan sehingga membentuk sebuah ikatan.
Itulah mengapa ketika cinta menjadi sebab dan akibat, maka kehidupan mulai terbentuk, dan proses pertumbuhan batin, pikiran, hati dan emosi mulai terwujud, karena tanpa cinta kita hanya bisa menjadi sesuatu yang bisa marah tanpa tahu akibat, yang menangis tanpa tahu penyebab.
0 Responses to “Ketika Cinta menjadi sebab dan akibat”
Leave a Reply